Ini Komentar-komentar “Nakal” JS Prabowo Usai Pidato Prabowo Subianto

Ini Komentar-komentar “Nakal” JS Prabowo Usai Pidato Prabowo Subianto
Ini Komentar-komentar “Nakal” JS Prabowo Usai Pidato Prabowo Subianto
Johanes Suryo Prabowo ikut mengamati pidato yang disampaikan calon presiden 02 Prabowo Subianto di Jakarta Convention Center (JCC), Senin malam (14/1).

Dalam pidato itu, Prabowo yang didampingi cawapres Sandiaga Uno menyampaikan visi dan misi mereka apabila dipercaya rakyat untuk memimpin Indonesia lewat Pilpres 2019 mendatang. Pidato kebangsaan itu diberi judul “Indonesia Menang”. 

Lewat akun Twitter pribadi miliknya, @marierteman, JS Prabowo yang adalah mantan Kepala Staf Umum TNI periode 2011-2012 itu menuliskan sejumlah komentar “nakal” dan menggelitik. 

Diawali dengan, “Deg-degan juga nih. Bentar lagi pidato kebangsaan Mas @Prabowo. Apa lagi ya yang akan diplintir oleh awak media?”

Komentar ini ditulisnya 16 jam lalu. 

Alumni Akabri 1976yang meraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai lulusan terbaik ini juga mengunggah video yang memperlihatkan persiapan sebelum pidato dilakukan. Termasuk video singkat ketika Prabowo dan Sandiaga Uno bertemu di belakang panggung. 

Prabowo menyempatkan diri merapikan dasi yang dikenakan Sandi. 

Lalu sebuah komentar sekitar 13 jam lalu yang berbunyi, “Wis wayah’e, sudah saatnya,” diikuti hastag #2019PrabowoPresidenRI, #IndonesiaMenang, dan #IndonesiaAdilMakmur. 

Kelihatannya komentar ini untuk menyambut pernyataan Sandi di atas panggung. 

Foto yang memperlihatkan Prabowo merapikan dasi Sandi juga diuploadnya dan dikomentari dengan kalimat bijak seperti ini:

“Saling menguatkan, saling mengoreksi, saling memperbaiki. Bukan jalan sendiri. Foto sendiri, sementara wakilnya ditinggalkan.”

Sekitar lima jam lalu, JS Prabowo yang pernah menjadi Wakil Gubernur Timor Timur di tahun 1998 mengupload foto Prabowo dan Sandiaga Uno mengapit Susilo Bambang Yudhoyono di atas panggung dengan latar belakang ribuan orang yang menghadiri pidato itu. 

Tulisnya, “Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Pemimpin itu bersanding, bukan bertanding. Karena pemimpin itu bervisi, bukan berselfi.”

Sekitar 4 jam lalu, JS Prabowo mengupload foto dua pria mengenakan kaos kuning bertuliskan “Alumni UI Asli Kampus Depok.” Kedua pria ini menghadiri pidato kebangsaan Prabowo. 

Untuk foto ini, JS Prabowo menuliskan komentar, “Yang asli selalu diganggu sama yang palsu. Tapi kepalsuan tak pernah merusak keaslian. Demikian juga capres.”  

Twit lain JS Prabowo terkait pidato capres Prabowo Subianto adalah komentar atas komentar pengamat komunikasi Hendri Satrio yang mengatakan dalam pidato Prabowo masih terlalu banyak wacana akan. 

Twit JS Prabowo pun ringan saja, namun terasa dalam. 

“Pidato Kebangsaan Prabowo masih kebanyakan AKAN. Sebaliknya mereka memang TELAH TERBUKTI TIDAK BISA menepati janji,” tulis JS Prabowo.

Bila diperhatikan, kalimat kedua twit itu tidak ditujukan kepada Prabowo Subianto, melainkan untuk lawan Prabowo di Pilpres 2019, petahana Joko Widodo. 

Cuitan terakhir JS Prabowo terkait pidato Prabowo Subianto sekitar satu jam lalu.

Pria kelahiran Semarang, 15 Juni 1954 ini mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan Sandiaga Uno berdiri tegak di belakang Prabowo yang sedang berpidato. 

“Kebayang gak kalau cawapresnya bukan bung @sandiuno yang berdiri seperti itu menemani mas @prabowo menyampaikan #PidatoKebangsaan sekitar 2 jam. Bisa-bisa tekapar dah,” tulisnya “nakal”. [rmol]
Advertisement

Baca Juga :