Debat Kedua Nanti, Para Capres Bakal Komentari Cuplikan Video dari KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mematangkan konsep untu debat kedua Pilpres 2019 ini. Salah satunya dengan penggunaan cuplikan video dan memperpanjang waktu di segmen itu, karena para capres akan mengomentarinya.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, nantinya dalam debat segmen empat akan ada sebuah cuplikan video pendek yang diputar oleh moderator. Selanjutnya para capres akan mengkomentari video tersebut. Termasuk juga solusinya.

"Nanti kita putar video pendek, lalu kami persilakan masing-masing menilai bagaimana solusinya," ujar Arief saat dikonfirmasi, Jumat (1/2).

Menurut Arief pada segmen empat itu juga waktunya lebih panjang dari segmen sebelumnya. Termasuk pada debat perdana. Sehingga KPU memberikan waktu cukup lama kepada capres untu menyampaikan visi misi, solusi serta gagasannya.

"Itu segmen capres akan berdebat bebas tidak dibatasi waktu satu menit, dua menit. Nanti satu segmen ditentukan 15 menit, nanti moderator yang mengatur keberimbangannya," katanya.

Adapun ‎debat kedua pilpres akan digelar pada Minggu (17/2). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Usman Kansong‎ mengatakan, di segmen keempat dan kelima waktunya jauh lebih panjang dari sebelumnya. Bahkan waktunya juga lebih panjang dari segmen satu, dua dan tiga.‎

"Nanti moderator yang mengontrol waktu debat itu. Apabila capres belum selesai dengan pemaparannya, maka bisa terus melanjutkan," paparnya.

Usman mengatakan, waktu di debat perdana segmen keempat dan kelima hanya berkisar tujuh menit. Namun kali ini untuk dua segmen itu ditambah bisa 15 sampai 20 menit.

"Moderator nanti yang menontrol waktu itu. Jadi bukan mesin lagi," kata Usman. [jp]
Baca Ini Juga Ya :