Kucurkan Dana Pribadi 95,4 M Untuk Kampanye, Sandi : Saya Enggak Punya 'Income' Lagi

Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengakui bahwa biaya yang dikeluarkan untuk berpolitik di Indonesia sangat mahal.

Ia bahkan mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp 95,4 miliar untuk kampanye Pilpres 2019.

Sandiaga Uno mengaku untuk kampanye bersama capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dirinya sampai menjual aset serta sahamnya, dan tidak memiliki income  lagi selain deviden dan saham.

Hal tersebut disampaikan di acara Mata Najwa yang bertajuk 'Sandi Sandiaga Uno' yang tayang live di Trans7, Rabu (27/2/2019).

Sandi awalnya memaparkan, dalam berkampanye, pihaknya berusaha untuk menekan biaya.

"Di awal kita enggak punya bayangan sama sekali. Pak Prabowo bilang, 'kamu coba anggarkan dana kampanye berdasarkan gaya kampanye yang kemarin dilakukan di DKI'. Dengan sekarang sudah 6 bulan berkampanye, banyak penghematan," kata Sandi.

Pembawa acara Najwa Shihab lantas bertanya soal perkiraan besaran biaya yang dikeluarkan.

Namun, Sandi tak memberikan jawaban pasti.

Ia hanya menjelaskan bahwa masih ada biaya yang perlu untuk dikeluarkan pihaknya, dengan besaran yang sangat besar.

Contohnya saja, biaya untuk membayar saksi di TPS.

"Ini biaya terbesar yang saya dan Pak Prabowo masih garuk-garuk kepala, sampai sekarang belum ketemu bagaimana mendanai ini," ujar Sandi.

"Ini jadi pertanyaan ke depan bagaimana ada satu kebijakan yang para politisi, pemerintah, civil society, duduk bersama-sama untuk menurunkan biaya itu secara signifikan, karena menurut kami ini nggak sehat," imbuhnya.

Mata Najwa lantas menunjukkan laporan dana kampanye BPN Prabowo-Sandi.

Total penerimaan dana kampanye tercatat sebesar Rp 134 miliar, dengan total sumbangan terbanyak berasal dari kantong Sandi, yaitu sebesar Rp 95,4 miliar.

Sementara Prabowo menggelontorkan dana Rp 36,45 miliar.

"Ini kesepakatan dari awal yang membiayai Sandiaga?" tanya Najwa setelah memaparkan datanya.

"Enggak, enggak ada kesepakatan dari awal," jawab Sandi.

"Dari awal dia hanya bilang, kan prosesnya Mbak Nana tahu sendiri bagaimana hecticnya penghujung itu, dan akhirnya waktu kita duduk itu Enggak pernah kita bicarain pembagiannya seperti apa."

"Hanya beliau bertanya, 'siap enggak untuk membiayai biaya kampanye?' Saya bilang, kalau memang ini pilihannya jatuh kepada saya, saya Insya Allah siap, dan saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menutupi biaya kampanye," paparnya.

Sandi lantas menjelaskan, langkah pertama setelah dirinya terpilih, ia langsung menyambangi KPK untuk menyerahkan laporan kekayaannya.

"Ini LHKPN saya, saya diminta Pak Prabowo untuk membantu menyediakan dana kampanye, dan ini yang akan saya lakukan. Saya akan menjual saham-saham saya, aset saya, karena saya sudah enggak punya income lagi selain dividen dan saham," kata Sandi mencontohkan perkataannya di KPK kala itu. [wow]
Baca Ini Juga Ya :