Rommy Ditangkap KPK, Dahnil : Ganteng Aja Nggak Cukup, Jujur Penting!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy pada Jumat (15/3) lalu. Rommy, sapaan akrabnya, merasa dijebak atas OTT yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku setuju dengan pernyataan Romy yang merasa dijebak. Menurutnya, Rommy terjebak lantaran ingin membiayai kegiatan politiknya.

"Saya percaya mas Rommy dijebak, saya percaya, mas Rommy dijebak oleh jabatan politiknya. Oleh tanggung jawabnya untuk membiayai kegiatan politiknya. Jadi mas Rommy emang dijebak," ujar Dahnil ditemui di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Sementara itu, menurut Dahnil, pihaknya mengaku tak mau mengambil keuntungan di balik apa yang tengah menimpa Rommy. Menurutnya, kasus Rommy dapat menjadi pelajaran semua pihak.

"Apalagi Mas Rommy kan potensial, masih muda. Kata Pak Jokowi ganteng. Jadi kami menyesalkan dan bersimpati dan empati terhadap mas Rommy. Ini pembelajaran pimpinan parpol lain. Jadi kami nggak merasa diuntungkan. Justru kami diingatkan Mas Rommy untuk belajar dan harus jujur. Jadi ganteng aja nggak cukup jujur penting," sindirnya.

Lebih lanjut, Dahnil menuturkan, pihaknya mendukung penelusuran sejauh mana kasus korupsi yang dilakukan Rommy. Termasuk penyelidikan terhadap lembaga kementerian agama.

"Saya yakin karena ini jabatan yang tanda tangan kan Menag. Apalagi hari ini pak Yasin yang mantan Irjen kemenag semua jabatan itu di tanda tangan menag. Jadi pasti beliau tahu," pungkasnya. [JPC]
Baca Ini Juga Ya :