Zeng Wei Jian : Saya Kafir, What’s Wrong With it?

Zeng Wei Jian : Saya Kafir, What’s Wrong With it?
Zeng Wei Jian : Saya Kafir, What’s Wrong With it?

Oleh: Zeng Wei Jian

SAYA tidak sholat, tidak puasa Ramadhan, tidak syahadat, apalagi naik haji. Artinya saya non-muslim. Belum dapet hidayah. Thus, saya kafir. N what’s wrong with it?

I might have a religion. Seperangkat “belief system”. Mungkin, saya penyembah Azazel. Yang pasti bukan muslim. My Voodoo God mungkin baik bagi saya. But, itu bukan Tuhan bagi umat Islam. Thus, dalam kosmologi Islam, saya masuk golongan yang disebut “kafir”. 

Actually, I’m intrigued by summerian cuneiform tablets. Di situ, diceritakan tentang asal mula penciptaan manusia. Nama kitabnya “Enûma Eliš”. The Epic of Gilgamesh jadi kitab panduan berikutnya. My so-called holy scriptures. 

Sekalipun punya kitab suci, karena bukan Alquran berarti saya non-muslim. That’s why, saya masuk golongan yang disebut “kafir”. Sekali lagi, what’s wrong with it? 

I have some sort of spiritual practices. Namanya Tantra-yoga. Metodenya Raja Diraja Yoga. N it is not Hinduism. 

I do little bit of “zikir”. Disebut Japa Mantra Meditation. Tapi jelas, itu bukan tradisi Islamic.

I am a vegetarian. Nggak makan daging. Hanya sayur dan buah. N I don’t drink alcohol. Sekalipun bersunat dan nggak makan babi, nggak berarti saya bisa disebut muslim atau penganut Judaisme. 

Semua penganut agama sebut saya sesat. Karena mereka punya seperangkat doktrin yang diyakini. Itu hak mereka. 

Salah satu sebabnya adalah saya berasumsi manusia diciptakan oleh higher intellectual beings dari planet lain. 

Summerian menyebut ras alien Annunaki dari planet Nibiru datang ke bumi mencari emas. Mereka ciptakan manusia dengan rekayasa genetik. DNA Annunaki dihybrid dengan DNA primata Homo Erectus. Jadilah Addamu, the first slave. 

Bisa juga alien dari Zetta Reticuli star system yang menciptakan manusia. Astrobiologist menyebutnya dengan istilah “panspermia”. 

Thus, dalam proses penciptaan manusia, Alien berperan sebagai “missing link” antara Tuhan dan Manusia. 

Kalau sudah begini, ngga berlebihan bila muslim menyebut saya sebagai “infidel”. Karena saya tidak beriman. Tuhannya saya bukan Tuhan dalam perspektif muslim. Ibadah saya bukan ibadahnya muslim. 

Karena fakta perbedaan di atas, Saya jadi mentally-ill kalau marah-marah kepada orang yang menyebut saya kafir. Apalagi maksa orang lain tidak sebut saya kafir. Kalau saya nggak mau disebut kafir, ya masuk Islam. Jadi mualaf namanya. 

Lagipula, dalam sejarahnya, peradaban Islam tidak pernah menghukum orang lain just because they are kafir. 

Saladdin mengalahkan Crusaders. Itu perang. Saling serang. Bukan karena kafirnya. 

Hulagu Khan menghancurkan Abbasid caliphate. Sultan Qutuz Turkic Mamluks di Kairo bersama Berke Khan dari Golden Hordes beraliansi menghadapi Hulagu Khan. 

Battle of Ayn Jalut pecah di Jezreel Valley of Palestine. Pasukan Mongol Chinese dipukul mundur selamanya. Dan Hulagu Khan ngga pernah merengek-rengek dan menuding Islam mempersekusi dengan menyebutnya kafir. (*)
Advertisement

Baca Juga :