Tanah untuk Pesantren Tiba-tiba Diklaim Tanah Negara, Ternyata Mau Dijual ke China

BERITAMUSLIM.INFO – Rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Indonesia-China di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor ternyata tidak melibatkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor.

Dari data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Bogor, tidak ada wilayah di kabupaten yang akan dijadikan kawasan ekonomi khusus.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan sampai saat ini baik pemerintah pusat, pengusaha maupun pemilik lahan di kecamatan Jonggol belum berkoordinasi dengan pemkab terkait KEK Jonggol.

Ia menduga, apa yang akan ditawarkan Pemerintah Indonesia saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua The Belt and Road Initiative atau Jalur Sutera modern pada April 2019 di Tiongkok hanya sebatas penjajakan. “Mungkin kalau sekedar menawarkan saja, itu sah sah saja. Menawarkan misalnya bisnis to bisnis,” kata Ipah.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia akan menawarkan 28 proyek senilai USD 91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah Tiongkok pada KTT kedua The Belt and Road Initiative atau Jalur Sutera modern April 2019 . Pembangunan kawasan ekonomi khusus Indonesia-China di Jonggl menjadi satu dari puluhan proyek yang akan ditawarkan.

Akun facebook Mahad Al Mutaqin Cileungsi menanggapi pemberitaan terkait Jonggol ‘dijual’ ke China.

“Pantesan Tanah Kitah 8000 Meter persegi Di Njonggol tiba-tiba diklaim sebagai Tanah Negara..

Ternyata Mau dijual Ke China.

Itu Tanah Untuk bangun Pesantren.

Mau Gak Mau… 

(*)

Baca Ini Juga Ya :

Tidak ada komentar untuk "Tanah untuk Pesantren Tiba-tiba Diklaim Tanah Negara, Ternyata Mau Dijual ke China"