UU ITE Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik

UU ITE Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik
UU ITE Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik
Dampak maraknya pelaporan karena merasa tersinggung dengan adanya perangkut hukum UU ITE, membuat tatanan sosial masyarakat Indonesia semakin amburadul.

Hal itu disampaikan oleh pakar komunikasi politik, Hendri Satrio dalam diskusi publik di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (20/3).

“Komunikasi yang paling baik adalah komunikasi tatap muka, kalau online di sana enggak ada gesture, enggak ada mimik dan emosi. Pelaporan itu akhirnya hanya eksistensi yang dibekingi dengan kepentingan politik,” ucap Hendri.

Jelang Pilpres 2019 ini yang terbelah jadi dua kubu, situasi itu semakin akut sesama di antara masing-masing pendukung.

“Kelompok Jokowi melapor kelompok Prabowo, kelompok Prabowo juga sebaliknya melapor,” terangnya.

Hendri pun mencontohkan kasus yang menimpa Ahmad Dhani dan Rocky Gerung akibat akun medsosnya serta ujarannya yang dianggap menebar kebencian. Menurutnya sang pelapor dianggap memanfaatkan UU ITE ini untuk tujuan eksistensi dan kepentingan politiknya.

“Misalnya kalau Mas Rocky bilang kitab suci itu fiksi itu kan tidak yah bertele-tele si pelapor yang tidak senang dengan kata-katanya Mas Rocky itu bertanya saja langsung maksudnya apa sih,” seloroh akademi Universitas Paramadina itu. [rmol]
Advertisement

Baca Juga :