Berkaca Kasus Ustaz Abu, TPM Lebih Percaya Habib Rizieq Ketimbang Yusril

Berkaca Kasus Ustaz Abu, TPM Lebih Percaya Habib Rizieq Ketimbang Yusril
Berkaca Kasus Ustaz Abu, TPM Lebih Percaya Habib Rizieq Ketimbang Yusril

BERITAMUSLIM.INFO – Tim Pengacara Muslim (TPM) sudah tidak lagi percaya dengan apa yang diucapkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Termasuk, dengan polemik klaim Yusril bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meragukan keislaman calon presiden Prabowo Subianto.

Ketua TPM Muhammad Mahendradatta menilai pihaknya lebih percaya Rizieq Shihab ketimbang Yusril dalam polemik ini. Apalagi jika berkaca pada janji Yusril untuk membebaskan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir yang tak kunjung terealisasi.

“Saya lebih percaya Habib Rizieq ya. Karena saya sendiri kan sudah mengalami suatu hal yang kurang mengenakkan ya. Yaitu zamannya Ustaz Abu Bakar Baasyir yang kemarin itu,” katanya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/4).

Terlebih, lanjut Mahendradatta yang juga salah satu pengacara Habib Rizieq ini, bukti yang diberikan Yusril sebatas beberapa tangkapan layar hasil percakapan di WhatsApp. Dia menduga WA yang ditunjukkan Yusril bukan milik Rizieq Shihab, melainkan hanya orang lain yang nomor kontaknya disimpan sebagai sebagai Habib Rizieq Shihab.

Pada kenyataannya, sambung Mahendra, Habib Rizieq hijrah ke Arab Saudi setelah disangka melakukan chat berbau seronok di WA. Padahal, lanjutnya, Rizieq tidak pernah pakai aplikasi tersebut.

“Ah ini yang ditunjukkan WhatsApp-nya, aduh mak. Saya berani jamin Pak Habib Rizieq itu nggak pernah pakai WhatsApp. Habib Rizieq itu kasusnya kan kasus WhatsApp, dia tidak akan terlalu ceroboh kalau saya bilang,” tekannya.

Atas alasan itu, dia menduga chat WA yang ditunjukkan oleh Yusril itu bisa saja hasil rekayasa belaka.

“WhatsApp itu bisa dibuat. Saya bisa buat kok nomor situ saya ganti nama Habib Rizieq. Itu kan bisa. Anda kan juga bisa, keluarnya Habib Rizieq bukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Mahendradatta pun meminta semua pihak untuk tidak memperpanjang membahas kasus itu. Sebab diduganya itu hanya untuk kepentingannya kampanye.

“Cara-cara anak kecil, kalau menurut saya anak kecil. Ini malah saya kaget, hoh ini kok modelnya sama kayak kasus chat mesum gitu loh,” pungkasnya. [rm]

Advertisement

Baca Juga :