Tak Kuasa Menahan Tangis, Menyaksikan Ustadz Abdul Somad dengan Prabowo

Tak Kuasa Menahan Tangis, Menyaksikan Ustadz Abdul Somad dengan Prabowo
Tak Kuasa Menahan Tangis, Menyaksikan Ustadz Abdul Somad dengan Prabowo

Oleh: Tjahja Gunawan

Wartawan Senior

Tanpa disadari pipi Saya basah karena air mata menetes setelah melihat pertemuan sekaligus dialog dari hati ke hati antara Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan Prabowo Subianto pada tayangan televisi Program “Apa Kabar Petang” di TV One, Kamis (11/4). Sejumlah sahabat Saya melalui Grup WA juga menyatakan rasa haru dan emosinya terkuras setelah melihat tayangan tersebut.

“Jika bapak terpilih jadi presiden, pesan saya hanya dua. Pertama, jangan undang saya ke istana. Kedua, jangan kasih saya jabatan apapun. Biarkanlah saya berdakwah ke pelosok hutan seperti yang selama ini saya lakukan,” kata Ust Abdul Somad kepada Prabowo Subianto.

Tidak lama kemudian ketika UAS hendak memberikan hadiah parfum dan tasbih, Prabowo Subianto pun mengusap airmatanya.

“Saya bukan orang kaya, tidak bisa memberikan uang. Hanya ini yang bisa saya berikan, dua benda kesayangan saya yang selama ini selalu saya bawa,” kata UAS sambil merogoh barang yang ada di dalam saku bajunya.

UAS menghadiahi sebotol parfum pada Prabowo Subianto. Ini diberikan agar dengan parfum ini bisa selalu menebar keharuman di seluruh negeri. UAS juga memberikan tasbih kesayangannya yang dibeli di Madinah agar bisa digunakan Prabowo berdzikir setiap Sholat Tahajud. Laa ilaaha illallah..

“Karena dengan kalimat Tauhid itu kita hidup dan kita mati..dan dengan Laa illaha illallah, kita kan berjumpa dengan Rasulullah SAW. Apa yang terjadi setelah ini, kita serahkan kepada Allah SWT. Tasbih ini bukan untuk dibawa-bawa sebagai pencitraan,” pesan UAS kepada Prabowo. Beberapa kali UAS mengucapkan kalimat Tauhid, Laa Ilaaha Illallah. “Dzikir ini diucapkan dengan lisan, kemudian dihayati dengan hati,” ujar Ustadz Abdul Somad sambil memegang dada kiri Prabowo. Sejurus kemudian, UAS juga membimbing Capres nomor urut dua ini untuk mengucapkan kalimat Tauhid. Menyaksikan adegan tersebut, para penonton di rumah pun tak kuasa menahan air mata. UAS juga terlihat menahan air matanya.

Menurut sejumlah ulama, para habaib di Yaman suka mengajarkan membaca surah Al-Insyiroh sebanyak tiga kali sambil memegang dada sebelah kiri untuk memohon pertolongan, perlindungan serta keberkahan dari Allah.

Pertemuan tersebut sengaja ditayangkan televisi agar bisa disaksikan masyarakat luas. Ini bukan pertemuan biasa tapi merupakan komunikasi batin antara ulama dengan calon pemimpin yang diberi amanah oleh ummat.

Sebelumnya jadwal pertemuan itu pun tidak banyak diketahui publik termasuk orang-orang di lingkar dalam Prabowo-Sandi. Tiba-tiba Kamis menjelang sore beredar informasi, akan ada “bom politik” dari UAS.

Padahal, pertemuan itu sendiri sesungguhnya jauh dari kategori manuver politik. Bagi ulama seperti UAS pertemuan dengan Prabowo merupakan momen untuk menyampaikan pesan dari langit yang harus diketahui Prabowo Subianto.

Mengapa UAS menemui Prabowo Subianto ? Tujuannya, sudah jelas disebutkan diatas bukan untuk mencari popularitas.

Tanpa bertemu Prabowo pun, selama ini UAS sudah populer di kalangan umat.

UAS menemui Prabowo untuk menyampaikan amanah dari para ulama yang tinggal di tempat terpencil dan jauh dari hiruk pikuk dunia. Selama ini masyarakat telah mengetahui bahwa pasangan Prabowo-Sandi telah mendapat rekomendasi Ijtima Ulama. Tidak hanya itu, dalam berbagai kegiatan dakwahnya UAS juga menyaksikan langsung besarnya dukungan dari umat Islam terhadap Prabowo-Sandi.

“Dimana-mana umat berharap kepada bapak (Prabowo), setiap saya ajak berdoa dan shalawat yang diangkat tangan dengan jari dua. Kalian kan punya jari 10, kenapa yang diangkat cuma dua?,” kata UAS melukiskan antusiasme umat terhadap Paslon nomor dua.

Ustadz Abdul Somad mengisahkan seorang ulama yang bermimpi hingga lima kali bertemu dengan Capres 02 Prabowo Subianto. Awalnya, UAS menjelaskan sikap politiknya dalam Pilpres 2019. Ia menyebut selama ini dirinya berkomitmen dengan seruan dan pilihan ulama. Namun, UAS tak kunjung menunjukkan sikap meski ulama telah berkumpul memilih Prabowo.

“Karena kadang mata kita tertipu. Kita pergi ke tepi sungai, kita lihat ada tongkat, bengkok, tapi ketika kita tarik ternyata lurus. Mata ini menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu dengan Pak Prabowo,” terang UAS.

Untuk meneguhkan pilihan, UAS pun mencari ulama yang tidak terkenal namun hatinya bersih. Menurut UAS, ulama seperti ini sudah dibukakan penutup dari hatinya, dan tidak memerlukan materi keduniawian.

UAS pun menemukan ulama yang ia cari.

UAS lalu menyempatkan untuk menemui ulama itu, dengan tujuan untuk mencari tahu apakah ulama tersebut mengerti pilihan UAS atau tidak.

“Dan ketika datang, saya dekatkan telinga, apa kata dia ‘saya mimpi lima kali ketemu dia’. Saya tanya, siapa?. ‘Pak Prabowo’,” ujar UAS menirukan sang ulama.

UAS pun menganggap hal itu sebagai petunjuk dari Yang Di Atas. Pasalnya, ulama tersebut mimpi bertemu Prabowo hingga lima kali. “Ini sinyal dari Allah,” kata UAS. UAS menyebut Capres Prabowo Subianto saat ini sedang menopang amanat yang besar dari para ulama dan umat. “Begini, ulama ijtima berkumpul (mendukung) dan umat menyambut, ini amanat sedang ada di pundak Bapak. Bapak (harus) adil,” kata Ustadz Somad tegas.

Di hadapan Prabowo, ia menjelaskan ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah. Nomor satu dan yang paling utama adalah menjadi pemimpin yang adil. “Mudah-mudahan Bapak termasuk, itulah yang saya lihat,” jelasnya. Saat berbincang, Prabowo sempat menanyakan saran kepada Ustadz Abdul Somad agar bisa menjadi pemimpin yang adil. UAS pun menjelaskan dengan perumpamaan sebuah durian. Kepada Prabowo, ia menyebut buah durian tak akan diminati orang jika baru tumbuh dan belum matang. “Orang akan cuek. Tapi kalau sudah berbuah harum, ranum, ada orang akan melempar, monyet akan naik,” kata UAS.

“Sekarang buahnya sedang harum, mekar. Bapak tabah, kuat. Serahkan kepada Allah. Laa hawla wa laa quwwata illa billah,” tutur UAS. Ia melanjutkan, jihad paling besar adalah menjadi seorang pemimpin.

“Imam Ahmad bin Hambali (mengatakan), seandainya do’amu makbul dan hanya satu, maka mintakanlah, berikan kami Republik Indonesia pemimpin yang adil. Kalau Bapak hadir, seluruh negeri ini akan mendapat keadilan,” tandasnya.

Masya Allah, ulama-ulama khasaf yang tidak dikenal, berhati bersih, dari berbagai daerah, semua berbisik dan bercerita ke UAS, menyebut Prabowo.

Ya Allah…Barakallahu, UAS. Barakallahu, Pak Prabowo. Semoga Allah Ridho, Prabowo-Sandi memimpin Negara ini. Dan membawa Indonesia menjadi negara adil, makmur, dan berdaulat. Wallahu’alam.*

Advertisement

Baca Juga :