Tidak Cuma Akun Oposisi yang Dibajak, Nomor HP Orang-Orang Dekat Prabowo juga Dikloning

Tidak Cuma Akun Oposisi yang Dibajak, Nomor HP Orang-Orang Dekat Prabowo juga Dikloning
Tidak Cuma Akun Oposisi yang Dibajak, Nomor HP Orang-Orang Dekat Prabowo juga Dikloning



BERITAMUSLIM.INFO – Beberapa hari ini akun-akun media sosial yang mendukung Prabowo Sandi banyak diretas. Seperti akun milik admin media online Portal Islam, akun penggerak hashtag 02 @rajapurwa juga akun Ustadz Haikal Hassan.

Akun yang diretas tersebut memiliki jumlah pengikut yang tidak sedikit, bahkan memiliki pengaruh kuat untuk mempopulerkan hastagh hingga menjadi tranding topic.

Selain itu, beberapa akun elite politik kubu 02 juga diserang, seperti akun milik Ferdinand Hutahean (Demokrat) dan Arief Puyuono (Gerindra).

Akun-akun yang telah diretas dialihfungsikan sebagai corong propaganda untuk melawan balik kubu 02. Juga memposting hoax dan menyerang privasi pemilik akun.

Kali ini kabar datang dari Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, melalui akun twitternya ia mengungkapkan bahwa nomor seluler sekretaris pribadi, ajudan dan orang dekat capres 02 Prabowo Subianto telah dikloning.

“tidak cuma akun twitter opposan yg diretas atau di bajak,

beberapa nomer HP Spri, ajudan dan orang dekat Mas @prabowo beberapa waktu lalu telah dikloning oleh OTK

sama dgn “aborted take off”, saya tau persis ini bukan playing victim 

#SelamatkanDemokrasiIndonesia”, tulisnya di akun @marierteman, Rabu 3 April 2019.

Kabar yang beredar di kalangan tim cyber kubu 02, diduga nomor seluler mereka telah dikloning dan dijadikan untuk verifikasi pergantian password, kemudian akun-akun media sosialnya dibajak. 

Siapa yang mengetahui data nomor seluler pribadi mereka? Entahlah. Sebagian menduga nomor HP yang mereka daftarkan dengan NIK KTP telah disalahgunakan.

“Beberapa hari ini ada nomor tak dikenal dengan kode luar negeri  melalukan panggilan ke nomor pribadi saya. Akun fanpage media online saya juga diserang spam dan ditangguhkan facebook”, ungkap salah seorang pegiat media sosial.

Tahun lalu pemerintah melalui Menkominfo telah mewajibkan pengguna nomor seluler untuk mencantumkan nomor induk KTP dan Kartu Keluarga sebagai persyaratan mengaktifkan layanan SIM card. (*)

Advertisement

Baca Juga :