Beda Nasib Pengancam Jokowi, Satu Dianggap Lucu-lucuan, Yang Lain Terancam Hukuman Mati

Beda Nasib Pengancam Jokowi, Satu Dianggap Lucu-lucuan, Yang Lain Terancam Hukuman Mati
Beda Nasib Pengancam Jokowi, Satu Dianggap Lucu-lucuan, Yang Lain Terancam Hukuman Mati

Hermawan Susanto (HS, 25), pemuda yang berteriak akan memenggal kepala Jokowi saat demo di depan Bawaslu, Jumat (10/5/2019) telah ditangkap polisi.

Polisi berhasil menangkap pria yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi, HS. Karena perbuatannya, HS dijerat pasal makar dan terancam hukuman mati.

"Dijerat pasal 104 KUHP ya. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara 20 tahun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, dalam keterangannya, Minggu (12/5/2019), seperti dilansir kumparan.

Selain itu, HS juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

HS ditangkap tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Perumahan Metro, Parung, Bogor, Minggu (12/5) pukul 08.00 WIB. Tidak ada perlawanan saat penangkapan ini.

Link sumber : https://kumparan.com/@kumparannews/pria-yang-ancam-penggal-jokowi-terancam-hukuman-mati-1r423ZLBsnm

Perbandingan 'Kasus' Serupa

Pada tahun lalu juga heboh ada pria keturuan Tionghoa yang mengancam bunuh Jokowi. Namun dianggap cuma lucu-lucuan.

Polisi menyatakan motif ABG yang mengancam akan menembak Presiden Joko Widodo hanya bercanda bersama temannya. Pria berinisial S (16, nama sebenarnya Royson Jordan -red)) itu juga ingin mengetes kemampuan polisi untuk menangkapnya.

"Ini merupakan kenakalan remaja. Kenapa? Ya karena pada saat dia berkumpul dengan temannya, dia mengatakan, 'Kamu berani nggak kamu? Nanti kalau berani, kamu bisa nggak ditangkap polisi?' Jadi mengetes ini berdua, mengetes polisi. Kira-kira polisi mampu tidak menangkap dia. Jadi anak-anak ini bercanda, lucu-lucuan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Namun Argo menjelaskan S bersama kawan-kawannya itu tidak tahu dampak dari video tersebut. Sampai akhirnya S ditangkap polisi dan menyesali perbuatannya.

"Tapi dia tidak tahu efeknya di sana dan kemudian akhirnya polisi juga bisa mengetahui siapa dia," ujar dia.

Link sumber : https://news.detik.com/berita/d-4035556/motif-abg-pengancam-tembak-jokowi-lucu-lucuan-ngetes-polisi

Hingga kini belum jelas kabar "kasus" tersebut, kabar yang beredar Royson ini tak ditahan, cuma dititipkan ke Panti Asuhan. Tak ada kabar persidangannya, tak ada kabar vonis hukumannya. Seperti yang dikabarkan pada laman berita INEWS



Royson Jordan (16), remaja yang menghina dan mengancam menembak Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat video yang dibuatnya tak ditahan meski telah berstatus tersangka. Polisi menempatkannya ke panti sosial dengan alasan ancaman hukuman di bawah 7 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Royson dititipkan ke Panti Sosial Marsudi Putra Handayani (PSMPH) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Panti ini menampung anak-anak berkasus hukum.

"Tadi malam (Kamis malam) anak tersebut kita titipkan, kita tempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/5/2018).

Link Sumber : https://www.inews.id/news/read/134317/tak-ditahan-remaja-ancam-tembak-jokowi-dititipkan-ke-panti-sosial



Advertisement

Baca Juga :