Masjid dan Toko Warga Muslim Sri Lanka 'Diserang' Massa

Masjid dan Toko Warga Muslim Sri Lanka 'Diserang' Massa
Masjid dan Toko Warga Muslim Sri Lanka 'Diserang' Massa

Puluhan orang yang diyakini non-muslim, Ahad (12/05/2019), menyerang masjid dan toko milik warga muslim bahwa seorang warga muslik dipukuli di kota Chilaw di pesisir barat Sri Lanka. Serangan ini terjadi bermula dari status Facebook.

Juru bicara kepolisian Chilaw , Rawan Gunasekera, mengatakan dalam keterangannya kepada Reuters bahwa pihaknya segera memperlakukan jam malam di Chilaw menyusul kejadian ini. Jam larangan keluar ini berlaku mulai jam enam sore hingga jam enam pagi.

Sebuah capture obrolan Facebook yang dilansir dari Reuters, menunjukkan seorang pengguna menulis dalam bahasa Sinhala, “Sulit untuk membuat kita menangis”, dan menambahkan cercaan berbahasa lokal terhadap seorang laki-laki muslim.

Menurut penduduk setempat, salah seorang pengguna Facebook yang diidentifikasi bernama Hasmar Hameed, ditangkap. Ia ditangkap lantaran menjawab tulisan tersebut, menjawab dalam Bahasa Inggris, “Jangan tertawa lagi, satu hari kemudian kamu akan menangis”.

Kepolisian setempat mengatakan mereka mendapat capture penulis mengungah di Facebook, dan mengidentifikasi dia sebagai Abdul Hameed Mohamed Hasmar (38). Warga setempat di Chilaw, kota dengan masyarakat mayoritas beragama kristen, Hasmar dianggap sebagai ancaman dan banyak orang yang kesal lalu memukulinya.

Reuters belum mendapatkan informasi seperti apa pembicaraan asli dalam akun medsos tersebut, dan belum bisa mengkonfirmasi Hasmar.

“Kemudian mereka (masyarakat yang kesal) melempari batu di tiga masjid dan beberapa toko milik muslim. Sekarang situasinya sudah tenang, tetapi kami masih khawatir pada malam itu,” kata salah seorang pria muslim setempat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya demi keamanan.

Ia mengatakan, satu masjid mengalami kerusakan parah. Sebuah rekaman video yang beredar di internet, menunjukkan belasan pria muda berteriak dan melemparkan batu ke toko pakaian bernama New Hasmars, yang menurut penduduk setempat adalah milik Hasmar.

Reuters mengatakan, tidak seperti apa yang terjadi setelah bentrokan Negombo, pemerintah Sri Lanka tidak memberlakukan larangan pada situs jejaring sosial pada Ahad kemarin.

Pasca serangan bom Paskah yang menwaskan ratusan orang, warga muslim di Sri Lanka mengalami berbagai tekanan dan intimidasi. Warga minoritas itu menjalani ramadhan tahun ini dengan waspada.

Sumber: Reuters
Advertisement

Baca Juga :