Novel Bamukmin : Saya Harap Kapolri Baru Proses Sukmawati, Meredam Kemarahan Umat

Novel Bamukmin : Saya Harap Kapolri Baru Proses Sukmawati, Meredam Kemarahan Umat
Novel Bamukmin : Saya Harap Kapolri Baru Proses Sukmawati, Meredam Kemarahan Umat

Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri kembali menjadi sosok kontroversial. Putri Presiden Pertama RI, Soekarno itu dilaporkan sejumlah pihak ke polisi atas dugaan penistaan agama.

Sekretaris Jenderal Koordinator Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin berharap laporan sejumlah pihak ini bisa direspons kepolisian. Ia menyampaikan harapan agar Kapolri Idham Aziz yang belum lama dilantik bisa adil dengan tetap memproses Sukmawati.

"Saya berharap dengan kapolri yang baru bisa memproses Sukmawati sampai menjadikan tersangka demi meredam kemarahan umat yang sudah mulai bergejolak," kata Novel di Jakarta, Selasa malam, 19 November  2019.

Novel menyinggung Sukmawati ini sebagai figur kontroversial. Saudara kandung Megawati Sukarnoputri itu pernah menyedot perhatian publik karena puisinya berjudul 'Ibu Indonesia'. Dalam kasus ini, ada 30 laporan yang memperkarakan puisi Sukmawati kerena puisinya yang menyinggung azan dan diduga menistakan agama tersebut.

Kata Novel, dengan perilaku Sukmawati, Indonesia saat ini dianggap sudah darurat penistaan agama. Menurut dia, hanya eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diproses pidana dalam kasus penistaan agama.

"Indonesia dinilai sudah darurat penista agama. Karena banyak kasus yang diduga penista agama tidak diproses kecuali Ahok," tutur Novel.

Kemudian, ia pun mengingatkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga resah terhadap kasus Sukmawati. MUI berpandangan pernyataan Sukmawati menyakiti umat Islam. Meski MUI juga mengimbau agar umat Islam bisa menahan diri dalam kasus ini.

"Sikap MUI ini bisa menjadikan rujukan untuk aparat kepolisian dalam menindaklanjuti proses hukum yang sudah banyak dilaporkan oleh masyarakat," jelasnya.

Sukmawati mulai dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 27 November 2019. Ia dilaporkan atas pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno. Dalam kasus ini, Novel selaku Korlabi merupakan pendamping pelapor bernama Ratih Puspa Nusanti.

Namun, laporan terhadap Sukmawati belum berhenti dan hingga dua hari terakhir kemarin masih berlanjut dengan pelaporan beberapa pihak.

Pernyataan kontroversial Sukmawati disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' di Jakarta, Senin, 11 November 2019. Dalam diskusi itu, ia menyinggung perjuangan Bung Karno dalam upaya kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

Diawali bicara proses perjuangan RI dalam merebut kemerdekaan kemudian ia melontarkan pertanyaan nyeleneh yang ditujukan peserta diskusi.

"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati.

Terkait itu, Sukmawati merespons soal ucapannya yang terlanjur heboh. Maksud tujuannya bertanya soal itu adalah hanya ingin mengetahui apakah generasi muda paham dengan sejarah Indonesia atau tidak. Dia menegaskan tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan terhadap Nabi

“Ya bertanya, saya ingin tahu jawabannya seperti apa, fakta sejarahnya, pada ngerti enggak sejarah Indonesia? Terus dijawab mahasiswa itu Insinyur Soekarno,” ujar Sukma, saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 15 November 2019. [Vivanews]
Advertisement

Baca Juga :