Ustadz Maaher : Secara Psikologis, Abu Janda ini Takut Mati, Takut Dibunuh

Ustadz Maaher : Secara Psikologis, Abu Janda ini Takut Mati, Takut Dibunuh
Ustadz Maaher : Secara Psikologis, Abu Janda ini Takut Mati, Takut Dibunuh
Dalam diskusi yang berlangsung di TV one, ustadz Maaher Attuwailibi mengatakan ke Abu Janda bahwa ucapannya bukanlah bermaksud mengajak Jama'ah membunuh Abu Janda.

Ustadz Maaher menjelaskan bahwa menurut hukum fiqih Islam, bahwa orang seperti Abu Janda boleh dibunuh. Seperti halnya ketika menjelaskan bahwa orang yang mencuri itu di dalam Islam dipotong tangannya kata ustadz Maaher.

Ia juga menjelaskan setelah mengatakan tersebut ke Jam'ah bukan lantas setelah pulang kajian kalian membunuh Abu Janda, nanti kalau saya ditangkap polisi diam kalian. ungkapnya.

Ustadz Maaher kemudian mengatakan bahwa saya tidak gila seperti dia (Abu janda) ungkapnya.

Di acara Kabar Petang tvOne, Selasa (3/12/2019), Ustadz Maaher At-Thuwailibi berhadapan dengan Abu Janda alias Permadi Arya.

Awalnya Abu Janda melaporkan Ustadz Maaher ke polisi dengan tuduhan mengancam membunuhnya.

Lalu Ustadz Maaher balik melaporkan Abu Janda dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

Di acara Kabar Petang tvOne, Ustadz Maaher menjelaskan terkait ceramah yang dipersoalkan Abu Janda dan dilaporkan dengan tuduhan mengancam membunuh Abu Janda.

"Semacam Abu Janda, Denny Siregar, Bu Sukmawati, didalam hukum islam itu dipancung saja boleh. Itu hukum didalam Fiqih Islam. Tapi di panggung yang sama saya katakan ke jama'ah 'Tapi jangan pula kalian lakukan ya, jangan kalian ketemu Abu Janda lalu kalian pancung'. Jadi saya tidak mengajak jamaah untuk membunuh," ujar Ustadz Maaher.

"Saya menilai bahwa secara psikologis Abu Janda karena merasa dirinya PENISTA AGAMA maka dia takut dibunuh, takut mati, sehingga dia melaporkan saya ke pihak berwajib," kata Ustadz Maaher.

Ketika Ustadz Maaher memaparkan hukum islam kepada penista agama, tampak muka Abu Janda pucat.

Advertisement

Baca Juga :