Ustadz Tengku : Negeri Aneh di Seberang Pluto, Ekonomi Nyungsep Salahkan Khilafah dan Radikal


Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menyindir pemerintah terkait isu mengenai khilafah dan radikal.

Tengku Zul mengungkapkan, sebaiknya pemerintah jangan terus menyalahkan khilafah dan radikal. Sebab, masalah pemulihan ekonomi, COVID-19 dan korupsi adalah hal-hal yang harus diselesaikan pemerintah.

"Ada negeri aneh di seberang Pluto. Ekonomi nyungsep salahkan Khilafah dan Radikal. COVID-19 tidak tertangani, salahkan Khilafah dan Radikal. Rakyat melarat, cekoki dengan isu Khilafah dan Radikal. Korupsi merebak, bahas Khilafah dan Radikal. Apa saja masalah bahas Khilafah dan Radikal," katanya lewat unggahan akun Twitter-nya @ustadtengkuzul yang dikutip Akurat.co, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Seperti diketahui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Agama, Kepala BNPT, Kepala BKN serta Kepala Daerah lpada Rabu, (2/9/2020), meluncurkan aplikasi ASN No Radikal. Aplikasi ini ditujukan untuk membasmi paham 'radikalisme' di lingkup Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menguatkan upaya tersebut, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberi usulan khusus terkait penerimaan CPNS. Ia meminta agar seleksi CPNS dibuat lebih ketat dan tidak menerima peserta-peserta yang terindikasi memiliki paham keagamaan tertentu seperti pro khilafah.

"Misalnya khilafah itu tidak 'dilarang', belum ada, belum pernah ada UU yang 'melarang' khilafah, dan belum pernah ada majelis ulama yang menyatakan bahwa khilafah itu 'terlarang'. Tapi pemikiran-pemikiran seperti itu sebaiknya tidak usah kita terima di ASN," pinta Fachrul.

Termasuk, peserta yang punya latar belakang mengikuti organisasi keagamaan tertentu apalagi yang pahamnya bersinggungan dengan paham 'radikalisme'.

"Saran saya, meskipun kita tidak lagi menetapkan organisasi tertentu sebagai organisasi 'terlarang', misalnya, tapi kalau sudah organisasi diwaspadai atau pemikiran itu diwaspadai, sebaiknya tidak usah masuk ASN," tambahnya.

Alasannya, seleksi CPNS menjadi tempat pertama yang wajib diwaspadai agar lingkup ASN tidak mudah terpapar paham 'radikalisme'. []


Baca Ini Juga Ya :

Tidak ada komentar untuk "Ustadz Tengku : Negeri Aneh di Seberang Pluto, Ekonomi Nyungsep Salahkan Khilafah dan Radikal"